Google Ghifari's Sketchbook - Learn Share Inspire Ghifari's Sketchbook - Learn Share Inspire

Widgets

Widgets

Bayangan



Tertawa dengannya membuat penatmu hilang, meruap entah kemana. Senyum darinya membuatmu lupa segala lelah yang berada di pundakmu. Hanya dengannyalah waktu serasa berhenti untukmu, hanya untukmu seorang. Kamu pun tertarik dengan daya magis yang dimilikinya.

Kamu selalu ingin dekat dengannya, menyita perhatiannya, melempar senyum ke arahnya, atau hanya sekedar mengedarkan pandangan ke arahnya hingga akhirnya kamu bisa pulang ke rumah dengan hati lebih tenang.

Kini kamu berada di dalam dilema. Hatimu menyukainya. Pikiranmu menolak dengan segala konsekuensi logisnya. Kamu mengerti seluruhnya. Kedekatan dengannya memang telah membuatmu berada di frekuensi yang berbeda, frekuensi dimana dekat dengannya menjadi suatu kebiasaan yang menyenangkan sekaligus menenangkan dan bahkan menjadi suatu kebutuhan. Kamu sangat mengetahuinya, karena perasaan itu selalu menyergapmu di setiap waktu..

Kamu selalu mendamba untuk dekat dengannya, mencuri detik-detik dimana ia bercerita hanya padamu, tersenyum hanya padamu dan tertawa bersamamu. Sebuah detik dimana tatapan mata kalian bertemu dan makna hati kalian seketika terkuak. Detik dimana suara hatimu dan hatinya terhubung, sehingga hatimu bebas bercerita dengan bahasanya sendiri. Kamu ingin agar dia memiliki perasaan yang sama denganmu.

Apakah kamu akan bersikeras atau hanya sebatas pengharapan itu hanya kamu yang tahu. Cinta tak akan tumbuh dan berkembang ketika kamu terlalu bersikeras dan memaksakan egomu. Cinta laiknya tumbuhan yang perlu ditanam dengan baik, dirawat dengan diberi pupuk dan disiram air hingga ia bisa tumbuh tinggi dan mampu menaungimu sekarang. Cinta takkan pernah tumbuh bila batinnya terbelenggu. Dan hingga kini kamu hanya dapat berharap dan mengubur harapan itu dalam-dalam..

Tetapi kamu mengetahui hal itu salah, kamu mengerti bahwa perasaan halus seperti itu tak layak untuk dipendam dan dikubur hidup-hidup. Suara hatimu betul-betul menolaknya. Dan kamu memutuskan untuk menceritakan apa yang kamu rasakan kepadanya. Sama sekali tak ada tujuan yang kamu inginkan atau untuk kamu raih, melainkan hanya untuk menyampaikan perasaan hati yang telah menjadi bahasa hatimu dengan hatinya selama ini, sebuah bahasa tanpa kata-kata yang hatimu dan hatinya bisa mengerti.

Perasaanmu bebas, jiwamu tak terkekang dan yang selama ini kamu anggap Cinta yang telah bersemayam di hatimu semenjak dekat dengannya juga tetap berada di sana. Kamu menceritakannya tanpa beban, sungguh penuh kebebasan di setiap detilnya..
Harapanmu tentu belum sirna. Ia masih bersemayam di sana. Harapan-harapan dimana dia mendekapmu hangat seraya berkata bahwa ia memiliki perasaan yang sama sepertimu. Itulah harapanmu kini dan entah akan bertahan hingga kapan.

Namun, bukan itu yang terjadi. Keheningan tiba-tiba muncul dan menyergap kalian hingga kalian sendiri bingung akan hal itu. Kalian sibuk dengan pikiran masing-masing dan memutuskan untuk tidak menghiraukannya lagi.

Kini, harapan itu hanyalah sebuah bayangan, bayangan nyata yang ada di depanmu tetapi takkan pernah bisa kamu raih karena itu hanyalah bayangan. Dan kamu tahu bayangan itu terbentuk karena adanya cahaya di belakangmu, cahaya halus yang berasal dari perasaan-perasaan. Karena bayangan takkan ada tanpa adanya cahaya…

Created: December 13, 2009
Anda sedang membaca artikel Bayangan yang dibuat oleh Abi Sofyan Ghifari dengan URL berikut https://abi-ghifari.blogspot.com/2009/12/bayangan.html, apabila Anda ingin menggunakan artikel ini sebagai sumber, mohon sertakan link Bayangan beserta nama penulis untuk menghargai Hak Cipta penulis dan menghindari plagiarisme. Terima kasih telah berkunjung :)

No comments:

Post a Comment

Thanks for visiting and please leave your comments!! :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...