Google Ghifari's Sketchbook - Learn Share Inspire

Semangat Patriotisme dan Nasionalisme


   Bulan ini adalah bulan Agustus. Bulan ini merupakan bulan istimewa. Di bulan ini seorang kaisar Romawi besar lahir, Augustus Caesar sehingga bulan ini dinamai sama dengan kaisar tersebut. Di bulan ini pula Perang Dunia II berakhir, perang terbesar sepanjang sejarah yang memakan jutaan jiwa korban perang dan meluluhlantakkan puluhan bahkan ratusan kota di berbagai negara. Dan bagi Indonesia, bulan ini merupakan bulan yang paling bersejarah di negeri ini. Puncak perjuangan bangsa dan rakyat Indonesia selama ratusan tahun berada di bulan ini, di tahun 1945 tepatnya. Menyerahnya Jepang –yang menjajah kita selama 3,5 tahun– terhadap Sekutu atas kekalahannya dalam Perang Dunia II, perundingan dan berbagai sidang BPUPKI dan PPKI atas rencana kemerdekaan Indonesia, penculikan tokoh-tokoh sentral seperti Soekarno-Hatta oleh golongan muda hingga puncaknya: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

   Namun, apakah kita masih memiliki semangat kemerdekaan itu dalam relung jiwa kita? Saya yakin kita semua masih memilikinya, entah itu masih berkumandang keras di jiwa kita ataupun telah mengendap. Yang kita butuhkan hanyalah menumbuhkan kembali  semangat tersebut sehingga kita, sebagai pemuda dan generasi penerus bangsa dapat memiliki kembali semangat patriotisme dan nasionalisme yang telah membuncah di dalam hati para pahlawan kita dan dapat mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang membanggakan.

   Pahlawan memiliki keistimewaan dalam dirinya. Keistimewaan ini tentu dapat menjadi pelajaran moral tersendiri bagi kita semua dalam menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme dalam jiwa. Banyak hal yang dapat kita ambil dari keistimewaan seorang pahlawan, namun di sini saya akan mengambil sedikit dari banyak kistimewaan tersebut sebagai pelajaran moral bagi kita semua.

Pengorbanan
   Keistimewaan terbesar para pahlawan adalah pada hal ini, pengorbanan. Tentu kita ingat betapa banyaknya pertempuran yang telah terjadi dan memakan korban jiwa yang besar demi kemerdekaan bangsa dan negara kita ini. Seorang pahlawan dapat mengesampingkan ego, kepentingan pribadinya sendiri demi kepentingan banyak orang di bawah naungan Garuda. Hal ini tentu patut kita teladani dalam kehidupan kita sehari-hari dalam mengisi kemerdekaan negeri ini.

Kejujuran
   Suatu bentuk kepahlawanan yang lain adalah kejujuran, yang banyak dianggap sepele namun memiliki arti yang sungguh besar bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Pahlawan adalah manusia yang jujur, jujur pada dirinya sendiri dan jujur pada khayalak umum. Jujur pada diri sendiri dalam arti bahwa ia akan membela bangsanya dengan cara apapun sesuai dengan kemampuannya. Generasi muda seharusnyalah memiliki aspek ini, suatu aspek yang dibutuhkan setiap umat manusia.

Peduli lingkungan
   Lingkungan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang, tak terkecuali bagi para pahlawan. Secara sosial, pahlawan adalah orang yang berwawasan luas dan global, bertindak secara nyata dalam memperbaiki lingkungannya serta selalu ingin memberi yang terbaik bagi masyarakat sekitarnya.
Hal ini patut dimiliki generasi muda karena dengan kepedulian tentu lingkungan di sekitar kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sebagai mahasiswa, mungkin kita dapat memulainya dari hal-hal kecil seperti peduli pada lingkungan di sekitar kampus atau universitas kita tercinta ini. Dengan begitu semangat patriotisme dan nasionalisme akan tumbuh membawa benih-benih cinta tanah air.

   Semangat patriotisme dan nasionalisme tentu tidak dapat ditumbuhkan sekejap mata. Namun kita bisa mengupayakannya dengan mengenang dan meneladani jasa para pahlawan kita, dengan begitu kita dapat menjadi generasi muda  yang dapat meneruskan cita para pahlawan untuk negeri ini. Momen bulan Agustus ini sangatlah baik untuk kembali menumbuhkan semangat tersebut, semangat untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Selamat hari kemerdekaan Indonesia ke 66
Jayalah Indonesiaku!!
Merdeka Indonesia!!


Read more...

Teh Hijau Mampu Cegah Glaukoma dan Penyakit Mata Lainnya


Teh hijau tidak hanya nikmat dikonsumsi tetapi telah lama diketahui bahwa teh hijau juga mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi. Studi terbaru para ilmuwan dari American Chemical Society yang dipimpin oleh Chi Pui Pang menemukan bahwa terdapat beberapa jenis senyawa yang terkandung di dalam teh hijau yang dapat menyehatkan mata. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa lensa, retina, dan jaringan mata lainnya menyerap senyawa-senyawa yang dikandung teh hijau ini sehingga dapat terproteksi dari glaukoma dan berbagai jenis penyakit mata lainnya.

Chi Pui Pang dan koleganya dalam studi ini telah berhasil mengidentifikasi berbagai senyawa yang mirip katekin yang merupakan antioksidan kuat yang mampu memproteksi mata dari berbagai jenis penyakit. Senyawa-senyawa itu adalah vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui apakah katekin melalui lambung dan sistem pencernaan terlebih dahulu untuk mencapai jaringan mata.

Para peneliti tersebut melakukan pengujian di laboratorium terhadap tikus yang diberi minum teh hijau. Analisis tersebut menunjukkan bahwa tiap jaringan pada mata menyerap katekin dalam jumlah yang cukup signifikan dan memiliki respon yang berbeda terhadap katekin dan hanya menyerap katekin tertentu lebih banyak dibanding jenis katekin lain. Sebagai contoh, retina menyerap gallokatekin secara signifikan, sedangkan jaringan aqueous humor menyerap epigallokatekin.

Read more...

Teh Hijau Bantu Cegah Alzheimer

Minum teh hijau secara teratur setiap hari dapat membantu melindungi otak untuk melawan perkembangan penyakit Alzheimer maupun penyakit ingatan lainnya, berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Newcastle University.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Ed Okello ini ingin mengetahui sifat proteksi dari teh hijau –yang   selama ini ditinjau dari berbagai senyawa yang dikandungnya sebelum dicerna tubuh— yang tetap memiliki senyawa aktif yang baik bagi kesehatan saat dicerna tubuh. Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Phytomedicine.

“Hal yang sangat menarik yang dapat diketahui dari studi ini adalah bahwa kami menemukan teh hijau dicerna oleh enzim di dalam usus, dimana senyawa kimia yang dihasilkannya jauh lebih efektif untuk melawan pemicu utama perkembangan Alzheimer dibandingkan dengan senyawa yang belum tercerna tubuh,” jelas Dr. Okello yang merupakan lulusan School of Agriculture, Food and Rural Development di Newcastle University.  “Sebagai tambahan, senyawa aktif hasil pencernaan ini juga dapat mengurangi ukuran sel tumor kanker secara signifikan, berdasarkan eksperimen yang telah kami lakukan.”

Read more...

Dunia Tak Lagi Butuh Energi Fosil

Sekiranya hal itulah yang dapat dikatakan dari hasil studi terbaru yang dirilis oleh tim riset yang dipimpin oleh Mark Z. Jacobson dari Stanford University. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengkonversi seluruh jenis penggunaan bahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan dan bersih, dengan begitu dunia dapat meninggalkan bahan bakar fosil.

“Berdasarkan penemuan kami, sebenarnya tidak ada kendala dari segi ekonomi dan teknologi,” kata Jacobson, yang merupakan professor teknik sipil di institusi tersebut. “yang menjadi pertanyaan adalah dari segi aspek sosial dan politik.” Ia dan Mark Delucchi dari University of California-Davis telah menulis dua bagian makalah yang dipublikasikan pada Energy Policy, dimana mereka menilai harga, teknologi, dan materi yang dibutuhkan untuk mengubah dunia berdasarkan rancangan yang mereka buat.

Dunia yang mereka impikan akan sangat bergantung kepada listrik. Rancangan mereka membutuhkan energi angin, air dan cahaya matahari sebagai sumber energi, dengan energi angin dan matahari berkontribusi sekitar 90% dari total energi yang dibutuhkan dunia. Energi geotermal dan hidroelektrik (energi listrik yang berasal dari energi potensial air) masing-masing menyumbangkan 4% dari total energi yang dibutuhkan, dan 2% sisanya akan berasal dari energi ombak dan gelombang pasang-surut.


Read more...

Menuai Bahan Bakar Alternatif dari Sampah Kebun


Tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini, bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang paling luas dan paling sering digunakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Penggunaan jenis bahan bakar ini semakin lama semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk bumi ini.

Kenyataan itulah yang membuat dunia sekarang berada pada dua ancaman sekaligus: pemanasan global yang terus meningkat sekaligus kelangkaan sumber energi masa depan akibat berkurangnya bahan bakar fosil.

Beberapa solusi pun mulai ditawarkan oleh para ilmuwan. Salah satu yang paling efektif dan ramai diperbincangkan adalah penggunaan bahan bakar alternatif. Bahan bakar alternatif yang ramai diteliti para ilmuwan saat ini biasanya berasal dari sumber yang terbarukan atau tidak dapat habis seperti cahaya matahari, air, angin, panas bumi, dan biomassa. Hingga saat ini umumnya penelitian mengenai pemanfaatan terhadap sumber energi terbarukan tersebut cukup banyak, namun belum seluruhnya efektif dan efisien.

Read more...

Fisika dalam Sepakbola: Aerodinamika Tendangan Pisang

Pada tahun 2010 lalu, seantero dunia melupakan sejenak urusan mereka dan dipersatukan dalam ajang olahraga terbesar di dunia, FIFA World Cup 2010 atau yang kita kenal sebagai Piala Dunia 2010 yang digelar di negara ujung benua Afrika, Republik Afrika Selatan. Sepakbola merupakan salah satu olahraga tertua dan tidak diragukan lagi memang merupakan olahraga paling populer di dunia dengan peminat dari usia dini hingga senja.

Tidak hanya para pecinta sepakbola yang terbuai oleh keindahan permainan olahraga ini. Seorang fisikawan Amerika Serikat, John Eric Guff memfokuskan penelitiannya kepada aerodinamika bola sepak. Salah satu fokus penelitiannya adalah bagaimana seorang pesepakbola dapat melakukan tendangan “pisang” atau melengkung pada saat tendangan bebas atau sudut.

Guff meninjau aspek fisika dari sepakbola dengan menguji gerakan bola sepak di dalam sebuah terowongan berangin. Salah satu aspek fisika yang terlibat antara lain adalah bilangan Reynolds, Re = VD/ν, dengan V kecepatan relatif antara pusat massa bola dengan udara, D diameter bola, dan v merupakan rasio kinematik udara. Bilangan ini akan mempengaruhi kecepatan dan gerakan bola di udara maupun fluida lainnya.


Read more...