Google Ghifari's Sketchbook - Learn Share Inspire

Teh Hijau Mampu Cegah Glaukoma dan Penyakit Mata Lainnya


Teh hijau tidak hanya nikmat dikonsumsi tetapi telah lama diketahui bahwa teh hijau juga mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi. Studi terbaru para ilmuwan dari American Chemical Society yang dipimpin oleh Chi Pui Pang menemukan bahwa terdapat beberapa jenis senyawa yang terkandung di dalam teh hijau yang dapat menyehatkan mata. Hasil studi ini memperlihatkan bahwa lensa, retina, dan jaringan mata lainnya menyerap senyawa-senyawa yang dikandung teh hijau ini sehingga dapat terproteksi dari glaukoma dan berbagai jenis penyakit mata lainnya.

Chi Pui Pang dan koleganya dalam studi ini telah berhasil mengidentifikasi berbagai senyawa yang mirip katekin yang merupakan antioksidan kuat yang mampu memproteksi mata dari berbagai jenis penyakit. Senyawa-senyawa itu adalah vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui apakah katekin melalui lambung dan sistem pencernaan terlebih dahulu untuk mencapai jaringan mata.

Para peneliti tersebut melakukan pengujian di laboratorium terhadap tikus yang diberi minum teh hijau. Analisis tersebut menunjukkan bahwa tiap jaringan pada mata menyerap katekin dalam jumlah yang cukup signifikan dan memiliki respon yang berbeda terhadap katekin dan hanya menyerap katekin tertentu lebih banyak dibanding jenis katekin lain. Sebagai contoh, retina menyerap gallokatekin secara signifikan, sedangkan jaringan aqueous humor menyerap epigallokatekin.

Read more...

Teh Hijau Bantu Cegah Alzheimer

Minum teh hijau secara teratur setiap hari dapat membantu melindungi otak untuk melawan perkembangan penyakit Alzheimer maupun penyakit ingatan lainnya, berdasarkan riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Newcastle University.

Studi yang dipimpin oleh Dr. Ed Okello ini ingin mengetahui sifat proteksi dari teh hijau –yang   selama ini ditinjau dari berbagai senyawa yang dikandungnya sebelum dicerna tubuh— yang tetap memiliki senyawa aktif yang baik bagi kesehatan saat dicerna tubuh. Hasil penelitian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal Phytomedicine.

“Hal yang sangat menarik yang dapat diketahui dari studi ini adalah bahwa kami menemukan teh hijau dicerna oleh enzim di dalam usus, dimana senyawa kimia yang dihasilkannya jauh lebih efektif untuk melawan pemicu utama perkembangan Alzheimer dibandingkan dengan senyawa yang belum tercerna tubuh,” jelas Dr. Okello yang merupakan lulusan School of Agriculture, Food and Rural Development di Newcastle University.  “Sebagai tambahan, senyawa aktif hasil pencernaan ini juga dapat mengurangi ukuran sel tumor kanker secara signifikan, berdasarkan eksperimen yang telah kami lakukan.”

Read more...

Dunia Tak Lagi Butuh Energi Fosil

Sekiranya hal itulah yang dapat dikatakan dari hasil studi terbaru yang dirilis oleh tim riset yang dipimpin oleh Mark Z. Jacobson dari Stanford University. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengkonversi seluruh jenis penggunaan bahan bakar fosil dengan sumber energi terbarukan dan bersih, dengan begitu dunia dapat meninggalkan bahan bakar fosil.

“Berdasarkan penemuan kami, sebenarnya tidak ada kendala dari segi ekonomi dan teknologi,” kata Jacobson, yang merupakan professor teknik sipil di institusi tersebut. “yang menjadi pertanyaan adalah dari segi aspek sosial dan politik.” Ia dan Mark Delucchi dari University of California-Davis telah menulis dua bagian makalah yang dipublikasikan pada Energy Policy, dimana mereka menilai harga, teknologi, dan materi yang dibutuhkan untuk mengubah dunia berdasarkan rancangan yang mereka buat.

Dunia yang mereka impikan akan sangat bergantung kepada listrik. Rancangan mereka membutuhkan energi angin, air dan cahaya matahari sebagai sumber energi, dengan energi angin dan matahari berkontribusi sekitar 90% dari total energi yang dibutuhkan dunia. Energi geotermal dan hidroelektrik (energi listrik yang berasal dari energi potensial air) masing-masing menyumbangkan 4% dari total energi yang dibutuhkan, dan 2% sisanya akan berasal dari energi ombak dan gelombang pasang-surut.


Read more...

Menuai Bahan Bakar Alternatif dari Sampah Kebun


Tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini, bahan bakar fosil merupakan bahan bakar yang paling luas dan paling sering digunakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Penggunaan jenis bahan bakar ini semakin lama semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk bumi ini.

Kenyataan itulah yang membuat dunia sekarang berada pada dua ancaman sekaligus: pemanasan global yang terus meningkat sekaligus kelangkaan sumber energi masa depan akibat berkurangnya bahan bakar fosil.

Beberapa solusi pun mulai ditawarkan oleh para ilmuwan. Salah satu yang paling efektif dan ramai diperbincangkan adalah penggunaan bahan bakar alternatif. Bahan bakar alternatif yang ramai diteliti para ilmuwan saat ini biasanya berasal dari sumber yang terbarukan atau tidak dapat habis seperti cahaya matahari, air, angin, panas bumi, dan biomassa. Hingga saat ini umumnya penelitian mengenai pemanfaatan terhadap sumber energi terbarukan tersebut cukup banyak, namun belum seluruhnya efektif dan efisien.

Read more...

Fisika dalam Sepakbola: Aerodinamika Tendangan Pisang

Pada tahun 2010 lalu, seantero dunia melupakan sejenak urusan mereka dan dipersatukan dalam ajang olahraga terbesar di dunia, FIFA World Cup 2010 atau yang kita kenal sebagai Piala Dunia 2010 yang digelar di negara ujung benua Afrika, Republik Afrika Selatan. Sepakbola merupakan salah satu olahraga tertua dan tidak diragukan lagi memang merupakan olahraga paling populer di dunia dengan peminat dari usia dini hingga senja.

Tidak hanya para pecinta sepakbola yang terbuai oleh keindahan permainan olahraga ini. Seorang fisikawan Amerika Serikat, John Eric Guff memfokuskan penelitiannya kepada aerodinamika bola sepak. Salah satu fokus penelitiannya adalah bagaimana seorang pesepakbola dapat melakukan tendangan “pisang” atau melengkung pada saat tendangan bebas atau sudut.

Guff meninjau aspek fisika dari sepakbola dengan menguji gerakan bola sepak di dalam sebuah terowongan berangin. Salah satu aspek fisika yang terlibat antara lain adalah bilangan Reynolds, Re = VD/ν, dengan V kecepatan relatif antara pusat massa bola dengan udara, D diameter bola, dan v merupakan rasio kinematik udara. Bilangan ini akan mempengaruhi kecepatan dan gerakan bola di udara maupun fluida lainnya.


Read more...